Gatheng

Merupakan permainan tradisional yang jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, tipe permainan gatheng dimainkan secara individu. Namun bisa juga dimainkan berkelompok tetapi bersifat individu. Permainan ini menggunakan batu-batu kecil, berjumlah sesuai ketentuan para pemain. Salah satu batu digunakan sebagai alat utama atau gachuk dalam permainan ini tidak ada peraturan yang baku. Peraturan dimulai suit untuk menentukan urutan giliran bermain.

Jelungan atau Dhelikan

Merupakan permainan anak yang paling populer bagi anak kecil. Permainan ini dilakukan minimal 5 anak atau lebih. Cara memainkan permainanan ini, semua anak melakukan suit untuk menentukan anak yang kalah untuk jaga dan mencari anggota yang bersembunyi. Kemudian anak-anak yang lain bersembunyi dengan hitungan sesuai dengan kesepakatan, biasanya sampai sepuluh. Saat hitungan terakhir, penjaga harus mencari anak-anak yang bersebunyi, setelah menemukannya penjaga harus memberi tanda, sesuai dengan kesepakatan. Selanjutnya anak yang telah ditemukan akan dikocok untuk menjadi anak penjagadan pencari berikutnya. Namun bagi anak yang tidak ditemukan akan sembunyi lagi.

Cublak – Cublak Suweng

Cublak-Cublak Suweng, permainan ini dilakukan anak-anak lebih dari dua orang dan maksimal 5 orang. Dan untuk menentukan yang kalah dengan cara suit, kemudian yang kalah menjadi meja/punggungnya digunakan untuk meletakkan tangan teman-teman yang lain ketika bernyanyi cublak-cublak suweng. Salah satu anak akan menggunakan biji salak untuk memulai permainan dan diiringi dengan nyanyian : cublak-cublak suweng suwenge teng gulenter mambu ketumdhuk gudhel, pak gemplong leralere sapa guyu dheleake sir-sir pong delek kopong sir-sir pong dele gosong. Dengan diikuti tangan digenggam dan telunjuk menunjuk keatas. Kemudian setelah bernyanyi salah satu teman menyembunyikan isi sawo. Selanjutnya anak yang kalah tadi harus menebak teman mana yang menyembunyikan isi sawo tersebut. Apabila bisa menebak dia akan terbebas menjadi meja dan yang membawa biji salak tersebut akan menjadi meja.

Grobak Sodor

Grobak Sodor, merupakan jenis permainan berkelompok. Permainan ini paling tidak membutuhkan delapan orang, dan terbagi menjadi dua masing-masing empat orang. Inti dari permainan adalah menghalangi lawan dan meloloskan diri dari area berbentuk persegi panjang. Aturan permainan grobak sodor adalah salah menjadi penjaga dan satu menjadi pemain, tugas penjaga adalah menghalangi langkah pemain yang akan menuju ke finish. Jika pemain berhasil mencapai garis finish maka akan mendapatakan poin. Bagi tim yang mendapatkan poin tertinggi maka akan menjadi pemenangnya.

Bentengan

 

 

 

 

 

 

Bentengan, mainan anak yang mempunyai aturan main yakni, area permainan terdiri dari 2 pohon yang berhadap-hadapan. Pohon tersebut dijadikan tempat basecamp masing kelompok. Tiap kelompok beranggotakan 5 orang atau lebih. Tiap kelompok salah satu orang harus memegang batang tersebut untuk memperoleh poin. Namun jika tidak mampu memegang, maka akan ditangkap oleh kelompok lawan dan akan dipenjara. Cara membebaskan yang tertangkap dengan memegang atau menarik tubuh teman yang dipenjara untuk keluar dari penjara tersebut. dan untuk menentukan pemenangnya dengan membandingkan skor nilai yang diperoleh masing-masing kelompok, dan yang paling banyak memperoleh poin akan menjadi pemenang.

Suda Mandar

Merupakan permainan yang menggunangan pencahan genting dan keahlihan keseimbangan dalam melompat untuk melewati kotak satu dengan kotak yang lain. Untuk menentukan pemenangan permainan ini yang terlebih dahulu sampai ke finish yaitu kotak terakhir. Aturan permainannya, genting dilempar kedalam kotak pertama sampai ke kotak nomer 7 dan kembali lagi ke garis start itulah pemenangnya. Tidak ada nama baku dalam permainan ini, di daerah tegal biasa disebut jangkarbumi, di Surakarta menyebutnya cecek di Klaten menyebutnya Engklek.

Permainan Tradisional Benthik

Benthik merupakan permainan yang menggunakan 2 batang kayu, pendek dan panjang serta sebuah lubang yang disesuaikan lebar dan panjangnya dengan kayu tersebut biasa dimainkan berdua atau berkelompok. Tak ada aturan khusus dalam permainan ini, hanya siapa yang mampu menangkap mendapatkan nilai yang telah disepakati oleh seluruh pemain. Biasanya disesuaikan dengan tingkat kecepatan pemain dalam menangkap serta melemparkan kayu yang telah dilempar oleh pemain yang main kepada yang jaga. Untuk menentukan siapa yang menang dengan jumlah nilai akhir, yang lebih unggul akan menjadi pemenangnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.